-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Kutikata.com 2026
AMBON, KutiKata.com – Langkah tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan kepada operator Blok Masela, PT Inpex Masela Ltd, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kebijakan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memastikan proyek strategis nasional yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku itu segera bergerak menuju tahap pembangunan.
Komisaris PT Pertamina International Shipping sekaligus Staf Ahli Menteri ESDM, Dr. Michael Wattimena, SE, SH, MM, menilai peringatan yang diberikan Menteri ESDM merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengawal pengembangan Blok Masela yang selama puluhan tahun belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Menurut Wattimena, langkah tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak ingin proyek bernilai strategis bagi ketahanan energi nasional itu terus mengalami keterlambatan.
“Pak Menteri ESDM menunjukkan ketegasan dengan memberikan surat peringatan kepada pengelola Blok Masela, yaitu Inpex. Ini merupakan langkah yang sangat penting karena setelah kurang lebih 25 tahun, proyek ini belum menunjukkan perkembangan yang sesuai harapan masyarakat maupun pemerintah,” kata Wattimena di Ambon, Rabu (24/06/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan penerbitan surat peringatan pertama kepada operator merupakan bentuk evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan komitmen investasi dan pengembangan lapangan gas raksasa tersebut.
Ketegasan pemerintah, lanjut Wattimena, mulai membuahkan hasil dengan adanya perkembangan yang lebih jelas terkait tahapan pengembangan proyek. Karena itu, ia berharap momentum ini terus dijaga agar Blok Masela tidak lagi terjebak dalam berbagai kendala yang selama ini menghambat realisasinya.
“Selama ini masyarakat Maluku, khususnya di Kepulauan Tanimbar, terus menaruh harapan besar terhadap kehadiran Blok Masela. Karena itu pemerintah hadir memastikan proyek ini berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ujarnya.
Wattimena mengungkapkan bahwa agenda utama yang kini tengah dipersiapkan adalah tahapan konstruksi dan groundbreaking Proyek Lapangan Abadi Blok Masela yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional. Meski jadwal yang semula direncanakan berlangsung pada 30 Juni 2026 mengalami penyesuaian ke bulan Juli, proses percepatan tetap berjalan sesuai rencana.
“Agenda yang direncanakan pada akhir Juni bergeser ke bulan Juli untuk menyesuaikan agenda para pihak terkait. Namun substansinya adalah pemerintah terus mendorong agar seluruh tahapan berjalan lebih cepat dan terukur,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan Blok Masela tidak hanya penting bagi sektor energi nasional, tetapi juga menjadi harapan besar bagi pertumbuhan ekonomi Maluku. Proyek tersebut diyakini akan membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia.
Karena itu, Wattimena menegaskan perlunya dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat untuk mengawal percepatan proyek tersebut.
“Peringatan yang diberikan Menteri ESDM harus dilihat sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat. Negara ingin memastikan proyek ini tidak lagi tertunda dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Maluku,” pungkasnya. (*)