AMBON, KutiKata.com – Sehari setelah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Angkutan Lebaran sektor laut di KSOP Kelas I Ambon, Rabu (4/3/2026), Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Samuel Huwae, kembali memimpin Focus Group Discussion (FGD) terkait pembahasan usulan trayek angkutan laut perintis tahun anggaran 2027.
FGD tersebut diikuti para Kepala Dinas Perhubungan kabupaten/kota se-Maluku, Kepala KSOP Kelas I Ambon, serta Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) dari pelabuhan pangkal dan pelabuhan singgah angkutan laut perintis.
Dalam sambutan pembukaannya, Huwae menegaskan bahwa Maluku sebagai provinsi kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang, terutama bagi wilayah terluar, terpencil, tertinggal, dan perbatasan.
Menurutnya, program angkutan laut perintis memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas antar pulau sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat.
“Program angkutan laut perintis sangat penting untuk menjamin konektivitas antar pulau, membuka akses ekonomi, menekan disparitas harga, serta mendukung pelayanan dasar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan agar penyusunan dan pengusulan trayek perintis tahun anggaran 2027 dilakukan secara cermat, berbasis kebutuhan riil masyarakat, serta selaras dengan rencana pembangunan daerah dan kebijakan nasional di bidang transportasi laut.
Rapat yang juga dihadiri GM PT Pelni Ambon dan pimpinan Komisi III DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) itu membahas sejumlah poin penting, di antaranya evaluasi trayek yang telah berjalan, identifikasi wilayah yang masih membutuhkan pelayanan, serta penyelarasan usulan kabupaten/kota dengan prioritas dan kriteria teknis yang berlaku.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya memastikan efektivitas dan efisiensi alokasi anggaran dalam program angkutan laut perintis.
FGD yang berlangsung secara daring tersebut dipandu Kepala Bidang Angkutan Laut Dinas Perhubungan Maluku, Kamel Assagaf, SH, didampingi staf bidang angkutan laut. (*)
Kalau Anda mau, saya juga bisa buatkan 3–5 alternatif judul yang lebih “media banget” atau lebih provokatif tapi tetap aman untuk menaikkan daya tarik pembaca.
