Gubernur: Refleksi dan Teguhkan Komitmen untuk Maluku
AMBON, KutiKata.com — Pemerintah Provinsi Maluku memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Jumat (20/2/2026), di Rumah Dinas Gubernur kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Kegiatan dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan syukuran tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan evaluasi untuk memantapkan niat tulus mengabdi bagi Maluku.
“Satu tahun memang singkat, tetapi cukup memberi arah yang jelas. Di tengah berbagai tantangan, setiap kemajuan tetap kami syukuri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berpegang pada visi transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera dalam bingkai Indonesia Emas 2045 melalui misi Sapta Cita Lawamena.
Selama setahun, sejumlah program strategis nasional berjalan di Maluku, antara lain makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi Merah Putih, pengendalian inflasi, penurunan stunting, hingga penyelesaian Bendungan Wayapo.
Tahun ini, dua Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Kabupaten Buru dan Kota Tual. Pada 2026, direncanakan pembangunan 20 kampung nelayan di seluruh kabupaten/kota, termasuk kampung nelayan penyangga.
Di sektor kesehatan, pembangunan RSUD Namlea telah terlaksana sebagai program quick win. Tahun 2026, pembangunan dilanjutkan di lima daerah: Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Kota Tual.
Sejumlah Proyek Strategis Nasional juga terus berproses, seperti Maluku Integrated Port, pengembangan Blok Masela, hilirisasi sagu di Seram Bagian Timur (Tutuk Tolu), hilirisasi kelapa dan pala di Maluku Tengah (Teluk Elpaputih), serta pengembangan ayam terintegrasi di empat titik.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekjen APPSI dan Ketua Badan Kerja Sama delapan provinsi kepulauan, Gubernur juga mendorong percepatan pengesahan RUU Daerah Kepulauan menjadi undang-undang.
Di tengah dinamika nasional dan global, ekonomi Maluku tetap tumbuh positif. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 sebesar 5,44 persen, di atas rata-rata nasional 5,39 persen.
Angka kemiskinan turun dari 15,38 persen (Maret 2025) menjadi 15,25 persen (September 2025). Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 73,40 poin (2024) menjadi 74,09 poin (2025).
Pemprov Maluku juga meraih sejumlah penghargaan nasional, antara lain:
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 (kualifikasi informatif, nilai 92,10)
SPM Award 2025 terbaik wilayah Maluku–Papua
TPID Award 2025 terbaik kedua wilayah Nusa Tenggara–Maluku–Papua
Hasil Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) oleh KPK menempatkan Maluku di zona hijau. Indeks tata kelola pengadaan barang dan jasa juga mencapai skor 83,39 (kategori baik).
Sepanjang setahun kepemimpinan, kondisi keamanan dan ketertiban relatif terjaga. Gubernur mengapresiasi peran TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Maluku tetap aman dan damai.
Ia juga mengajak masyarakat terus merawat persaudaraan dan kerukunan sebagai fondasi kehidupan orang Maluku.
Terkait Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan aman untuk dua bulan ke depan. Distribusi bahan pokok dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat berbelanja tanpa kekhawatiran.
“Masalah pangan adalah prioritas. Kami pastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Gubernur menekankan bahwa pembangunan adalah perjuangan panjang yang membutuhkan kesabaran dan dukungan seluruh masyarakat.
“Dalam semangat kebersamaan, kita akan terus memperbaiki, par Maluku pung bae,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, dalam tausiyahnya mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan tidak terpancing isu SARA.
“Tahun ini banyak momentum keagamaan berlangsung berdekatan. Ini keadaan yang indah. Kita berbeda, tetapi tetap satu,” ujarnya.
Buka puasa bersama dihadiri Forkopimda Maluku, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. (*)