-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Kutikata.com 2026
AMBON, KutiKata.com – Merayakan sebuah kota tidak selalu harus dengan seremoni besar.
Di Hotel Santika Premiere Ambon, semangat HUT ke-451 Kota Ambon justru dihadirkan melalui sesuatu yang sederhana: musik, tarian, keramahan, dan kebersamaan.
Suasana berbeda terasa di Gandaria Restaurant, lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon, Senin (07/09/2026).
Para tamu yang tengah menikmati sarapan pagi mendapat kejutan dari para staf hotel yang tampil membawakan hiburan bernuansa budaya Maluku.
Kegiatan diawali welcoming speech Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Audra Pattiasina.
Ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kota Ambon sekaligus mengajak para tamu menikmati perayaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat Ambon.
Nuansa lokal semakin terasa ketika Security Team yang tergabung dalam Vocal Group Tanase tampil membawakan lagu-lagu bernuansa Ambon.
Namun, kejutan belum berakhir. Para staf kemudian tampil mengenakan Baju Cele dan mengajak para tamu mengikuti Goyang Wayase.
Tidak butuh waktu lama, suasana restoran yang semula tenang berubah menjadi ruang kebersamaan yang penuh energi.
Para tamu ikut berdiri, mengikuti gerakan, bernyanyi dan bergoyang bersama. Tawa dan keceriaan pun menjadi bagian dari pengalaman sarapan pagi tersebut.
Bagi Hotel Santika Premiere Ambon, menghadirkan budaya lokal bukan sekadar pelengkap sebuah kegiatan. Budaya justru menjadi bagian dari cara hotel membangun pengalaman bagi para tamunya.
Audra Pattiasina mengatakan, momentum HUT ke-451 Kota Ambon menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sisi lain Ambon kepada para tamu melalui pendekatan yang sederhana dan autentik.
“Bagi kami, merayakan HUT ke-451 Kota Ambon bukan hanya tentang mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan Ambon melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita—musik, tarian, keramahan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Audra, kebudayaan akan terasa lebih hidup ketika masyarakat maupun tamu dapat terlibat langsung di dalamnya.
“Ketika tamu ikut menyanyi dan bergoyang bersama staf, di situlah kami merasa budaya benar-benar hidup dan menjadi bagian dari pengalaman yang mereka bawa pulang,” katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan konsep hospitality from the heart yang terus dibangun Hotel Santika Premiere Ambon.
Bagi hotel, pelayanan tidak berhenti pada kenyamanan kamar, kualitas makanan, maupun fasilitas yang tersedia. Lebih dari itu, keramahan juga diwujudkan melalui pengalaman yang memberikan kesan personal kepada setiap tamu.
“Kami ingin para tamu tidak hanya menikmati sarapan, tetapi juga merasakan sedikit jiwa Ambon. Karena keramahan bagi kami bukan hanya tentang pelayanan, tetapi juga tentang berbagi kegembiraan, budaya, dan rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai,” tambah Audra.
Kehadiran budaya lokal dalam aktivitas hotel sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan identitas Maluku kepada para tamu, khususnya mereka yang datang dari luar daerah.
Musik Ambon, Baju Cele, hingga Goyang Wayase menjadi medium sederhana untuk memperkenalkan karakter masyarakat Maluku yang dikenal dengan keramahan, keterbukaan, dan semangat kebersamaan.
Konsep seperti ini membuat pengalaman menginap tidak hanya berhenti pada fasilitas yang dinikmati selama berada di hotel. Para tamu juga mendapatkan cerita tentang daerah yang mereka kunjungi.
Pada akhirnya, itulah yang ingin dihadirkan Hotel Santika Premiere Ambon: sebuah pengalaman hospitality yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki sentuhan lokal.
Di momentum HUT ke-451 Kota Ambon, Santika Premiere Ambon memilih merayakan kota ini dengan cara yang paling dekat dengan identitasnya—melalui budaya, keramahan dan kebersamaan.
Sebab bagi Ambon, budaya bukan sekadar warisan. Ia adalah cara masyarakat menyapa, berbagi kegembiraan, dan merayakan kehidupan bersama. (*)