Sambut Blok Masela, DPRD Maluku Desak Daerah Siapkan SDM dan Pangan

AMBON, KutiKata.com — Pengembangan Blok Masela menyimpan peluang ekonomi besar bagi Maluku. Namun, tanpa persiapan serius pemerintah daerah, masyarakat lokal berisiko hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi bernilai besar tersebut.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku, Suanthie Jhon Laipeny, mendesak pemerintah kabupaten dan kota mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM), lahan pertanian, serta sektor peternakan untuk menangkap peluang ekonomi dari pengembangan proyek strategis tersebut.
Menurut Laipeny, persiapan daerah tidak boleh hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja. Pemerintah juga harus membangun ekosistem ekonomi lokal agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam rantai pasok dan berbagai aktivitas pendukung proyek.
"Kebutuhan tenaga kerja dalam proyek berskala besar memiliki kriteria dan ketentuan tertentu. Karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan keterampilan," kata Laipeny, Jumat (9/10/2026).

Laipeny menilai, proyek berskala besar seperti Blok Masela membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu. Tanpa persiapan sejak dini, peluang kerja yang terbuka berpotensi lebih banyak diisi tenaga kerja dari luar daerah yang telah memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan industri.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memetakan kebutuhan tenaga kerja, menyiapkan program pelatihan, dan mendorong sertifikasi keterampilan yang relevan dengan kebutuhan proyek.
Persiapan tersebut harus melibatkan perangkat daerah terkait, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan kerja, serta dunia usaha agar kompetensi masyarakat benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Bagi Laipeny, kesiapan SDM menjadi faktor penting agar masyarakat Maluku tidak sekadar menyaksikan aktivitas investasi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui kesempatan kerja yang tersedia.

Selain tenaga kerja, Laipeny menyoroti peluang ekonomi dari sektor pertanian dan peternakan. Meningkatnya aktivitas proyek diperkirakan akan mendorong kebutuhan pangan bagi pekerja dan berbagai kegiatan pendukung.
Peluang tersebut, menurut dia, perlu diantisipasi pemerintah kabupaten dan kota melalui pengembangan produksi pangan lokal.
"Kehadiran Blok Masela membutuhkan stok makanan yang banyak. Karena itu, diharapkan tiap kabupaten/kota mempersiapkan masyarakatnya dengan berbagai kebutuhan seperti lahan pertanian dan peternakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan," ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar.
Jika dikelola dengan baik, kebutuhan pangan proyek dapat membuka pasar baru bagi petani, peternak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku distribusi di Maluku.
Namun, peluang itu membutuhkan persiapan nyata, mulai dari ketersediaan lahan, sarana produksi, akses pembiayaan, hingga kepastian jalur pemasaran. Tanpa dukungan tersebut, peningkatan permintaan belum tentu otomatis meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.

Laipeny menegaskan, pemerintah kabupaten dan kota harus mengambil peran aktif sejak tahap persiapan pengembangan Blok Masela. Daerah tidak cukup hanya menunggu proyek berjalan, tetapi perlu memetakan potensi ekonomi dan menyiapkan masyarakat agar mampu bersaing.
"Hal ini yang harus disiapkan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk mempersiapkan daerahnya menyambut Blok Masela," tegasnya.
Menurut dia, koordinasi antarpemerintah daerah diperlukan agar kebutuhan tenaga kerja dan pangan dapat diantisipasi secara terencana. Dengan demikian, peluang ekonomi yang muncul tidak hanya terkonsentrasi pada sektor industri utama, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor usaha masyarakat.
Tantangannya kini adalah memastikan persiapan tersebut diterjemahkan menjadi program konkret, bukan sekadar imbauan. Pemetaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kebutuhan industri, penguatan produksi pangan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal perlu menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah.
Pengembangan Blok Masela seharusnya menjadi momentum bagi Maluku untuk memperkuat kapasitas ekonominya. Jangan sampai investasi besar datang, aktivitas proyek meningkat, tetapi masyarakat lokal justru tertinggal karena tidak dipersiapkan sejak awal. (S-03)