-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Kutikata.com 2026
AMBON, KutiKata.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dipadukan dengan transformasi digital. Upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan SALAM FEST x MOLUCCAS DIGIFEST 2026 yang berlangsung di Taman Pattimura Ambon, Kamis (16/04/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Digitalisasi: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Dhita Aditya Nugraha, mengatakan pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,44 persen pada Triwulan IV 2025 menjadi modal penting untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Menurutnya, sinergi antara ekonomi syariah dan digitalisasi dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, memperkuat kapasitas UMKM, serta menciptakan ekosistem usaha yang lebih adaptif dan berdaya saing.
“Pertumbuhan ekonomi yang positif perlu dijaga dengan memperkuat ekosistem yang mendukung. Ekonomi syariah dan digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Dhita.
Selama tiga hari pelaksanaan, SALAM FEST x MOLUCCAS DIGIFEST 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari edukasi keuangan, promosi produk UMKM, penguatan kemitraan, hingga pengenalan layanan keuangan digital.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait hak dan kewajiban konsumen, penggunaan produk keuangan modern, serta peluang pengembangan usaha berbasis digital.
Selain menjadi ajang promosi dan edukasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pelaku UMKM, perbankan, lembaga keuangan, dan pasar, sehingga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan inklusif di Maluku.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Gubernur Maluku, perwakilan perbankan, instansi pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang mendukung pengembangan ekonomi syariah dan digitalisasi di daerah.