Pria Asal SBB Tewas Usai Lompat dari Jembatan Merah Putih

AMBON, KutiKata.com — Seorang pria berinisial AH alias Anto dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas Jembatan Merah Putih (JMP), Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (08/04/2026) sekitar pukul 23.00 WIT.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga. Sejumlah rekaman video beredar di media sosial, memperlihatkan kondisi korban yang telah mengapung di perairan bawah jembatan.

Salah satu video yang diunggah akun Facebook Vera Tuhule (Caca) memperlihatkan warga berbondong-bondong mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman. Video serupa juga diunggah akun Sari Ai SikaDewa dengan narasi, “lagi-lagi bunuh diri di atas JMP, semoga masih hidup e sio,” tulisnya dalam dialek Ambon.

Beberapa video yang diterima media ini juga memperlihatkan upaya warga memberikan pertolongan pertama kepada korban di lokasi kejadian. Warga terlihat mencoba melakukan napas buatan secara manual, termasuk dengan membalik posisi tubuh korban, guna menyelamatkan nyawanya.

Namun, secara kasat mata, korban diduga mengalami luka serius, termasuk patah tulang pada bagian kaki dan tangan. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Diketahui, korban berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan merupakan warga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tepatnya dari Kota Piru. Korban juga tercatat berdomisili di kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kota Ambon.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, IPDA M. Luhukay, dalam keterangannya kepada media ini, Kamis (09/04/2026), membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh warga di pesisir pantai Desa Galala, tepat di bawah JMP. Salah satu saksi, Roland Syam (23), mengaku saat itu sedang berlatih paduan suara bersama rekan-rekannya di sebuah gazebo.

“Saksi melihat sebuah mobil putih melaju ke arah kerumunan di depan kafe. Awalnya dikira ada keributan, namun setelah mendekat, pengunjung kafe menyampaikan bahwa ada orang yang terjatuh dari atas jembatan,” ujar Luhukay.

Warga sekitar bersama pengunjung kafe dan Bhabinkamtibmas Desa Galala kemudian melakukan pencarian di perairan bawah jembatan. Tak lama berselang, korban berhasil ditemukan dan segera dievakuasi ke daratan.

Meski sempat diberikan pertolongan pertama di tempat kejadian, korban tidak menunjukkan respons.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui sebelum kejadian, korban baru saja pulang dari rumah sakit setelah menjalani pengobatan atas penyakit yang dideritanya, didampingi pihak keluarga.

Dalam perjalanan, setibanya di atas JMP, korban meminta izin kepada keluarga untuk menghentikan kendaraan. Tak lama setelah itu, korban diduga melakukan aksi nekat dengan melompat dari jembatan.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.