Plt Sekwan Apresiasi FGD Pencemaran Mercury dan Sianida di Pulau Buru dan Seram

AMBON, KutiKata.com - Plt Sekertaris DPRD Maluku, Farhatun Rabiah Samal mengapresiasi kegiatan Focus Group Discussion, yang melibatkan Universitas Pattimura, Pemerintah Daerah serta DPRD Maluku.

Menurutnya, Focus Group Discussion, yang bertajuk “Pencemaran Logam Berat Mercury dan Sianida yang Berdampak Sistematika terhadap Kelangsungan Hidup Manusia dan Lingkungan” sangat bermanfaat untuk diketahui oleh masyarakat.

“Kita sangat mendukung kegiatan FGD ini, mulai dari rencana awalnya audance Peneliti Unpatti terkait pencemaran logam berat mercury dan sianida di Pulau Buru dan Seram namun atas inisiatif pimpinan maka dilakukan forum ini agar paparannya dapat diketahui secara luas ” ujar Samal, Senin,(21/7/2025).

Dikatakan lebih lanjut, hasil dari Focus Group Discussion, menjadi rekomendasi yang dihasilkan akan ditindaklanjuti dengan dukungan anggota DPRD Maluku.

“Alam ini anugerah sehingga mesti dijaga dari kerusakan dan pencemaran lingkungan yang berdampak bagi kelangsungan generasi mendatang”

Ancaman limbah mercury dan sianida bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup di Pulau Buru dan Seram menjadi bentuk keprihatinan peneliti sekaligus Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura Ambon, Prof. Yustinus Male.

Tercemarnya tanah, air , tumbuhan bahkan biota laut yang semakin meluas dipaparkan Male saat Focus Group Discussion, “Pencemaran Logam Berat Mercury dan Sianida yang Berdampak Sistematika terhadap Kelangsungan Hidup Manusia dan Lingkungan”, di Aula Lantai 5 DPRD Maluku, Senin (21/07/2025) .

Menurut Male dari hasil penelitian yang dilakukan selama 14 tahun terutama di Gunung Botak, Pulau Buru maka perlu ada solusi atas alam ini dengan menutup tambang ilegal dengan mengharamkan penggunaan mercury. Bahkan penambangan mineral Sinabar (HgS) yang dilakukan di daerah Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat sudah berlangsung sejak sinabar ditemukan di sana pada tahun 2010.

”Dampak dari pencemaran logam berat Mercury dan sianida itu berlangsung lama bagi kelangsungan manusia. Sehingga mesti ada sikap dan solusi sehingga dapat menyelamatkan generasi mendatang,” ujar Male.