-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Kutikata.com 2026
AMBON, Kutikata.com,- Si jago merah kembali mengamuk di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Kamis (15/10/2026) dini hari. Kebakaran hebat tersebut melalap habis tiga tempat usaha warga di wilayah RT 003/RW 001.
Insiden ini mendadak ramai dan viral di media sosial Facebook setelah sejumlah warga mengunggah video serta foto yang memperlihatkan kobaran api membubung tinggi di lantai dua bangunan tempat usaha tersebut.
Berdasarkan laporan resmi warga setempat, Stenly Kesaulya, kepada pihak pemadam kebakaran pada pukul 01.00 WIT, titik api berawal dari bagian dapur lantai dua sebuah Rumah Makan Padang. Dalam waktu singkat, kobaran api merembet ke bangunan sekitar, yakni Rumah Makan Sari Minang dan sebuah Warung Makan 24 Jam.
Menerima laporan dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon bergerak cepat. Petugas mencatatkan waktu tanggap (response time) yang terbilang cepat, yakni hanya 5 menit. Armada damkar dari pos terdekat langsung tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.05 WIT untuk mengisolasi dan memadamkan kobaran api.
Untuk mencegah api menjalar ke permukiman padat penduduk, Dinas Damkar menerjunkan puluhan personel gabungan dari berbagai pos siaga: Pos Mako: 2, unit mobil pemadam dan 30 personel, Pos Passo: 1 unit mobil pemadam dan 4 personel, Pos Hative: 1 unit mobil pemadam dan 7 personel dan Peleton Bantu A dan B turut dikerahkan untuk mempercepat lokalisasi api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, membenarkan peristiwa penanganan kebakaran cepat tersebut. Ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melapor sehingga kobaran api tidak meluas lebih jauh.
"Petugas kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga di lapangan. Hanya dalam kurun waktu lima menit, personel dari Pos Passo dibantu unit Mako dan Hative sudah tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Fokus utama kami adalah melokalisir api agar tidak merembet ke permukiman warga di sekitarnya," ujar Alfredo saat dikonfirmasi Titastory.id, Kamis (15/10).
Alfredo juga mengimbau warga dan pemilik tempat usaha untuk selalu waspada, terutama terhadap potensi bahaya listrik dan aktivitas dapur pada malam hingga dini hari.
"Kami terus mengingatkan masyarakat dan pemilik usaha kuliner agar selalu memastikan instalasi listrik, tabung gas, dan area dapur dalam keadaan aman sebelum ditinggal atau beristirahat, guna meminimalisir potensi insiden serupa," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam telah berhasil menguasai keadaan dan melakukan proses pendinginan (cooling down). Belum ada laporan resmi mengenai total kerugian material maupun korban jiwa akibat musibah ini, sementara penyebab pasti kemunculan api masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (RED)