HBDI ke-118 Dipusatkan di Saumlaki, Tualeka Tegaskan Dokter Jadi Pilar Pengabdian

AMBON, kutiKata.com – Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi kalangan tenaga medis untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Mengusung tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”, rangkaian kegiatan HBDI tahun ini dipusatkan di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada 18 hingga 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar bersama jajaran Pemerintah Daerah, unsur Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku, pengurus IDI Cabang Kepulauan Tanimbar, serta para dokter spesialis dari sejumlah cabang IDI di Maluku.

Ketua Panitia, dr. Feby Rutman, mengatakan pelaksanaan HBDI ke-118 menghadirkan empat kegiatan utama, yakni bakti sosial operasi katarak gratis bekerja sama dengan PERDAMI, seminar kesehatan bagi tenaga kesehatan dengan tema hipertensi, pelayanan kesehatan spesialistik di Kecamatan Larat, serta pelantikan pengurus IDI Cabang Kepulauan Tanimbar.

Ketua IDI Wilayah Maluku, dr. M. Saleh Tualeka, Sp.M., M.Kes dalam sambutannya menegaskan bahwa dokter tidak hanya berperan sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai agen pembangunan dan perubahan sosial bagi bangsa.

“HBDI bertujuan menghormati dan mengenang jasa para dokter yang telah berkontribusi dalam menggerakkan kebangkitan nasional dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Tualeka.

Ia menjelaskan, Hari Bakti Dokter Indonesia diperingati setiap 20 Mei dan mulai dicanangkan sejak tahun 2008 bertepatan dengan puncak peringatan Seabad Kebangkitan Nasional dan Seabad Kiprah Dokter Indonesia.

Menurutnya, sejarah HBDI tidak dapat dipisahkan dari perjuangan tokoh-tokoh dokter Indonesia seperti Wahidin Sudirohusodo dan Soetomo yang memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan dan kesehatan masyarakat pada awal abad ke-20.

Tualeka menuturkan, berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh para dokter dan pemuda kala itu menjadi tonggak lahirnya semangat nasionalisme Indonesia yang kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

“Sepanjang sejarah, dokter Indonesia tidak hanya hadir sebagai tenaga medis, tetapi juga menjadi agen pembangunan dan agen perubahan sosial bagi bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera” mencerminkan komitmen profesi dokter untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional dan merata hingga ke wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

“Tema ini mencerminkan komitmen kuat profesi dokter untuk terus hadir dan mengabdi di tengah masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan terbaik, serta menjawab tantangan pembangunan kesehatan bangsa,” ungkapnya.

Tualeka juga mengaku bersyukur karena Kabupaten Kepulauan Tanimbar dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan HBDI ke-118 tingkat Provinsi Maluku.

“Kami merasa sangat bersyukur dan terhormat karena pelaksanaan HBDI ke-118 tahun ini dapat dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ini adalah wujud nyata dari kehadiran dokter tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga sampai ke wilayah perbatasan dan kepulauan,” katanya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan IDI dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan di daerah.

Ia juga memberikan apresiasi kepada IDI Cabang Kepulauan Tanimbar di bawah kepemimpinan dr. Maria Priska, Sp.A atas kontribusi organisasi tersebut dalam mendukung program kesehatan daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyampaikan terima kasih kepada IDI Wilayah Maluku yang telah mempercayakan daerah tersebut sebagai pusat pelaksanaan HBDI ke-118 tingkat Provinsi Maluku.

Dalam pelaksanaannya, HBDI ke-118 mengusung tiga pilar utama, yakni pilar edukasi, pengabdian dan sejarah.

Pilar edukasi diwujudkan melalui seminar medis dan kesehatan bagi masyarakat guna meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. Pilar pengabdian dilakukan melalui bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis dan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Sementara pilar sejarah diwujudkan melalui napak tilas perjuangan dokter STOVIA sebagai motor kebangkitan nasional.

Berbagai kegiatan yang digelar dalam rangkaian HBDI di Saumlaki antara lain operasi katarak gratis bersama PERDAMI, pelayanan kesehatan spesialistik terpadu, seminar kesehatan masyarakat hingga pelantikan pengurus IDI Cabang Kepulauan Tanimbar.

Pada kesempatan itu, Ketua IDI Wilayah Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, panitia pelaksana, para sponsor, mitra kolaborasi dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pelayanan semata, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara profesi dokter, pemerintah dan masyarakat dalam upaya menyehatkan negeri,” katanya.

Menutup sambutannya, Tualeka mengajak seluruh dokter Indonesia untuk terus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118. Teruslah mengabdi, teruslah menginspirasi,” tutupnya.