-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Kutikata.com 2026
AMBON, KutiKata.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mulai menjadi perhatian.
Meski Pertamina memastikan pasokan masih aman, stok Pertalite dan Biosolar di sejumlah SPBU tercatat hanya mampu bertahan satu hingga dua hari.
Kondisi ini dikhawatirkan memicu kelangkaan apabila distribusi pasokan berikutnya mengalami keterlambatan.
Kondisi tersebut terungkap setelah Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, melakukan koordinasi dengan Pertamina menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait ketersediaan BBM di KKT.
"Dari data yang kami terima, pelayanan di seluruh SPBU masih berjalan normal dan antrean kendaraan masih terkendali. Namun, stok Pertalite dan Biosolar di beberapa SPBU memang memiliki ketahanan yang relatif singkat sehingga distribusi berikutnya harus dipastikan berjalan lancar," kata Yeremias, Jumat (31/07/2026).
Data Pertamina menunjukkan, SPBU PT Lintas Yamdena masih memiliki stok Pertalite 20 kiloliter dengan estimasi ketahanan sekitar 2,2 hari, sedangkan Biosolar tersisa 1,2 kiloliter atau diperkirakan hanya cukup selama 1,5 hari. Sementara di SPBU PT Arafura Trans Petroleum, stok Pertalite tinggal 3 kiloliter atau diperkirakan hanya bertahan satu hari, sedangkan Biosolar tersisa 1,5 kiloliter dengan estimasi ketahanan sekitar 1,1 hari.
Meski demikian, Yeremias menegaskan secara umum pasokan BBM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih dalam kondisi aman. Seluruh SPBU tetap beroperasi normal dan belum terjadi antrean panjang yang mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Politisi asal daerah pemilihan KKT–Maluku Barat Daya (MBD) itu menilai kondisi tersebut tetap harus diantisipasi. Menurutnya, kelancaran distribusi dari Pertamina menjadi kunci agar masyarakat tidak mengalami kelangkaan BBM, terutama untuk jenis Pertalite dan Biosolar yang paling banyak digunakan.
Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan Pertamina setelah menerima berbagai laporan masyarakat mengenai kondisi BBM di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kami mengapresiasi masyarakat yang cepat menyampaikan informasi. Kami juga berterima kasih kepada Pertamina yang responsif memberikan data. Pengawasan akan terus kami lakukan agar ketersediaan BBM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," tegas Yeremias.