Soekarno Cup Hidupkan Asa Kebangkitan Sepak Bola Maluku

​AMBON, KutiKata.com – Kehadiran turnamen Soekarno Cup yang digagas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku menjadi angin segar bagi pencinta sepak bola di Provinsi Maluku. Di tengah minimnya kompetisi resmi dalam beberapa tahun terakhir, turnamen tersebut dinilai mampu menjawab kerinduan masyarakat terhadap atmosfer sepak bola yang kompetitif dan berkelanjutan.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya penonton yang memadati arena pertandingan. Mereka berharap Soekarno Cup tidak sekadar menjadi agenda sesaat, tetapi dapat digelar secara rutin sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bakat sepak bola di Maluku.

Salah seorang pencinta sepak bola lokal, Iwan, mengaku mengapresiasi langkah PDI Perjuangan Maluku yang menghadirkan turnamen tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya disuguhi pertandingan antarkampung (tarkam) tanpa adanya kompetisi resmi yang terstruktur.

“Sudah lama hampir tidak ada kompetisi resmi di Maluku. Kebanyakan hanya tarkam. Karena itu kami sangat berterima kasih dan berharap Soekarno Cup bisa terus berlanjut,” ujar Iwan di sela pertandingan.

Hal senada disampaikan wartawan olahraga senior Maluku, Novi Pinontoan. Ia menilai Maluku sejatinya memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil talenta sepak bola berkualitas yang pernah menembus klub-klub nasional hingga memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Namun, menurut Novi, minimnya kompetisi beberapa tahun terakhir membuat proses regenerasi pemain muda berjalan lambat.

“Dulu banyak pemain Maluku yang bersinar di level nasional. Sekarang event yang mampu menjaring bibit potensial sangat minim. Soekarno Cup menjadi wadah yang tepat untuk menghidupkan kembali bakat-bakat muda sepak bola Maluku,” katanya.

Turnamen Soekarno Cup sendiri merupakan gagasan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun. Ia mengaku prihatin melihat kondisi sepak bola Maluku yang mengalami kevakuman kompetisi dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, pelaksanaan Soekarno Cup masih mencakup wilayah Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Meski demikian, panitia bersama DPD PDI Perjuangan Maluku dikabarkan tengah melakukan konsolidasi agar turnamen serupa juga dapat digelar di wilayah Tenggara Raya.

Masyarakat sepak bola Maluku kini menaruh harapan besar agar Soekarno Cup mampu menjadi momentum kebangkitan sepak bola daerah dan melahirkan kembali pemain-pemain potensial yang dapat bersaing di level nasional. (*)