Lewerissa Ingatkan Lulusan IAKN: Siapkan Diri Hadapi Peluang Pembangunan Maluku

AMBON, KutiKata.com – Peluang pembangunan di Maluku, termasuk pengembangan Blok Masela dan pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru, membutuhkan sumber daya manusia lokal yang kompeten. Tanpa kesiapan dan keterampilan yang memadai, masyarakat daerah berisiko tidak memperoleh manfaat optimal dari berbagai proyek strategis tersebut.

Pesan itu disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026 sekaligus Dies Natalis ke-VIII Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Selasa (27/10/2026).

Lewerissa menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan global, perkembangan teknologi, dan perubahan dunia kerja. Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi.

“Kita harus terbuka terhadap perkembangan dunia dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Jika kita tidak berubah dan tidak mempersiapkan diri, kita akan kesulitan bersaing dengan masyarakat dan negara lain,” ujarnya.

Menurut Lewerissa, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berpengetahuan, terampil, dan mampu menerapkan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, para lulusan IAKN Ambon diharapkan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka perlu terus meningkatkan kualitas diri agar mampu menghadapi perubahan serta memanfaatkan peluang di berbagai bidang pekerjaan.

Lewerissa menyoroti sejumlah proyek strategis yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku, di antaranya pengembangan Blok Masela dan pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru.

Proyek-proyek tersebut berpotensi membuka peluang kerja, menggerakkan kegiatan ekonomi, serta mendukung aktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Namun, peluang itu perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan.

Peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi, menurutnya, menjadi salah satu kunci agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan di daerah sendiri.

Ia juga menekankan bahwa investasi yang masuk ke Maluku harus dijalankan secara bertanggung jawab dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Kehadiran investor diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membuka ruang bagi pelaku usaha lokal, serta mendorong transfer teknologi untuk memperkuat kapasitas dan daya saing SDM daerah.

Dengan demikian, pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau berdirinya berbagai proyek, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan terbukanya kesempatan bagi tenaga kerja lokal.

Pada wisuda periode kedua tahun 2026 tersebut, sebanyak 161 wisudawan dan wisudawati IAKN Ambon resmi menyelesaikan pendidikan sarjana dan pascasarjana.

Para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan, baik dalam bidang pendidikan, pelayanan keagamaan, aparatur sipil negara (ASN), maupun profesi lainnya di sektor swasta.

Lewerissa menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan. Ia berharap mereka mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Direktorat Pendidikan Kristen Kementerian Agama RI, Rektor beserta civitas akademika IAKN Ambon, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Ambon, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Kota Ambon, serta perwakilan LLDIKTI Wilayah XII Maluku.