Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G. Watubun

Kemenangan Timnas Indonesia, Ribuan Bendera PDI Perjuangan Ikut Berkibar

AMBON, KutiKata.com - Tim Nasional (Timnas) Indinesia berhasil melibas Tim China 1 - 0 di laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025). 

Kemenangan Tumnas bukan hanya jadi eforia masyarakat ibukota tapi Kota Ambon tidak ketinggalan.  

Pada pawai kemenangan Timnas Indinesia di Kota Ambon, peserta pawai membawa atribut PDI Perjuangan.

Menyikapi kindisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun ST bersyukur atas kepercayaan masyarakat terhadap PDI Perjuangan. 

Timnas Indonesia memenangkan pertandingan tersebut melalui tendangan penalti Ole Romeny dan disambut gegap gempita oleh masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air. 

Di Kota Ambon, ribuan masyarakat pencinta sepak bola tumpah ruah ke jalan merayakan momen bersejarah ini dalam bentuk konvoi dan arak-arakan spontan mengunakan bendera PDI-Perjuangan.

Menurut, Watubun, proses penggunaan bendera Banteng Kekar pada pawai itu, menunjukan kalau, rakyat di Maluku umumnya dan Kota Ambon khususnya mencintai PDI Perjuangan.

“Kami tidak menyuruh ambil bendera PDI Perjuangan yang terpasang di Jembatan Merah Putih, tapi itu eforia yang lahir dari sebuah peristiwa kemenangan, itu spontanitas sekaligus menunjukkan para pencinta bola kaki di daerah ini mencintai Banteng Kekar, “ kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, melalui pesan singkatnya, Jumat (06/06/25) pagi.

“Beta bersyukur disaat massa rayakan kemenangan ini, mereka ambil semua bendera PDI Perjuangan yang terpasang di JMP, ” ujar Watubun yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku Periode 2024-2029.

Ratusan bendera PDI Perjuangan yang terpasang disisi kiri- kanan Jembatan Merah Putih tersebut terpampang sejak dimeriahkan “Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 01 Juni 2025, dimana pada moment tersebut, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini memaknai Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Fraksi DPR RI, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota se-Maluku.

Walau begitu, di tengah sorak sorai kemenangan, perhatian publik dikonsentrasikan sebuah pemandangan yang tak biasa. Dalam iring-iringan konvoi di pusat Kota Ambon dan Jembatan Merah Putih, terpantau para peserta konvoi membawa bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Atribut partai tersebut.

“Ini menunjukkan kalau spontanitas massa konvoi menunjukan kecintaan mereka pada partai besutan Ibu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, ” Ingat BGW. Seraya menegaskan kalau pihaknya sama sekali tidak merekayasa dan atau lain sebagainya, melainkan sebuah spontanitas.

“Jadi kami tidak menyuruh tapi eforia yang lahir kerena kemenangan, “jelas wakil rakyat dari Dapil Enam (6) yang meliputi Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru ini.

Watubun meminta agar masyarakat  tidak mengaitkan apapun, sebab  itu murni, keinginan dan kehendak massa pencinta bola kaki di Kota Ambon.

“Beta  bersyukur disaat massa rayakan kemenangan ini mereka ambil semua bendera PDI Perjuangan yang terpasang di JMP, “ kata Watubun.

Dari hasil pantauan, Jumat pagi, hampir seluruh atribut bendera PDIP yang terpasang disemua sisi jalan kiri-kanan JMP, nyaris tak tersisa, dan beberapa bendera masih dibiarkan berdiri pada sayap jembatan arah kiri dari yang berdekatan dengan ujung jembatan menunju MCM.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kemenangan Timnas Indonesia tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Ambon dan seluruh rakyat Indonesia. Gol penalti dari Ole Romeny menjadi simbol harapan dan semangat baru bagi dunia sepak bola nasional.