-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Kutikata.com 2026
AMBON, KutiKata.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Edison Sarimanela, mengingatkan Polda Maluku agar proses seleksi calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik jalur titipan.
Peringatan itu disampaikan menyusul masih adanya kekhawatiran publik terkait dugaan praktik titipan dalam proses rekrutmen anggota Polri, meski Mabes Polri telah berulang kali menegaskan penerimaan Akpol dilakukan secara bersih dan terbuka.
“Sebagai wakil rakyat, saya berharap seleksi Catar Akpol benar-benar profesional dan transparan. Jangan lagi ada jalur titipan,” tegas Edison Sarimanela kepada wartawan, Senin (25/05/2026).
Politisi Partai Hanura itu menekankan, seluruh tahapan seleksi mulai dari administrasi, kesehatan, jasmani hingga penentuan akhir di tingkat pusat harus berdasarkan kemampuan dan hasil tes peserta, bukan karena intervensi maupun rekayasa.
“Proses seleksi harus betul-betul murni. Jangan ada tebang pilih,” ujarnya.
Menurut Edison, Maluku memiliki banyak putra-putri daerah dengan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing menjadi perwira Polri melalui jalur Akpol. Karena itu, proses seleksi wajib menjunjung prinsip merit dan keadilan.
“SDM anak-anak Maluku cukup banyak dan berkualitas. Mereka harus diseleksi sesuai aturan yang berlaku, sehingga yang lolos memang memiliki kemampuan, bukan karena titipan,” katanya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon itu juga mengingatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri tidak rusak akibat proses seleksi yang dinilai tidak transparan.
“Jangan sampai masyarakat Maluku kecewa karena proses seleksi tidak terbuka. Yang lolos harus benar-benar karena nilai murni, bukan rekayasa ataupun titipan,” tandasnya.
Meski demikian, Edison mengaku optimistis Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto mampu menjaga komitmen reformasi rekrutmen Polri sebagaimana yang selama ini disampaikan kepada publik.
Sebelumnya, sejumlah orang tua peserta seleksi Akpol juga mengaku masih waswas terhadap kemungkinan adanya praktik titipan dalam proses penerimaan taruna Akpol Tahun 2026.
“Kami berharap penerimaan Akpol kali ini benar-benar murni sesuai hasil tes. Jangan ada lagi jalur titipan,” ujar salah satu orang tua peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Mereka berharap peserta yang dinyatakan lolos ke tingkat pusat benar-benar merupakan hasil seleksi objektif tanpa intervensi pihak tertentu.
Sementara itu, Polda Maluku menegaskan komitmennya menjalankan proses rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pengawasan ketat pada tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani seleksi Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon.
Pengawasan dilakukan langsung oleh Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta bersama pengawas internal maupun eksternal guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif dan bebas kecurangan.
“Seleksi Akpol bukan ruang kompromi ataupun titipan. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan setiap tahapan diawasi secara terbuka,” tegas Kombes Pol I Made Sunarta.
Sebanyak 29 peserta mengikuti tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani yang terdiri dari tes lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, tes renang, hingga pemeriksaan antropometrik.
Dari jumlah tersebut, dua peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya karena tidak hadir dan tidak mencapai standar nilai fisik yang ditetapkan.